Perusahaan Pager Terakhir di Jepang Akhiri Layanan

LintasMemori – Perusahaan operator pager terakhir di Jepang mengumumkan akan mengakhiri layanannya pada tahun depan. Pager? Benda apa itu?
 
Buat Anda yang tidak tahu apa itu pager, pager adalah penerima pesan digital jarak jauh yang sempat booming pada 1990-an. Benda berlayar kecil ini menerima pesan mirip SMS dari operator, namun tidak bisa membalasnya. Biasanya, penerima pesan akan menelepon pengirim pesan sebagai tindak lanjut.
 
Di Jepang benda ini biasa disebut “Pocket Bell” di Indonesia dijuluki “radio panggil”.
 
Sejak munculnya teknologi SMS di telepon seluler, penggunaan pager semakin menyusut. Di Indonesia malah sudah tidak ada lagi operator pager. Tapi ternyata di Jepang, menurut operator pager Tokyo Telemessage, masih ada 1.500 orang yang memakai pager padahal gawainya sudah tidak diproduksi lagi.
 
Tokyo Telemessage seperti dikutip CNN pada Senin (3/12) mengumumkan akan menghentikan layanan operator pager mulai September 2019. Alasannya, jumlah penggunanya sudah semakin sedikit.
Perusahaan itu juga sudah berhenti menerima aplikasi baru pager sejak lima tahun lalu, dan kini hanya sebagai operator saja.
 
 
Perusahaan Pager Terakhir di Jepang Akan Akhiri Layanan (1)
Seorang karyawan Nippon Iridium menunnjukan pager layanan telepon satelit Iridium di Tokyo, Jepang (28/12/1998). (Foto: AFP/YOSHIKAZU TSUNO)
Di masa jayanya pada 1996, ujar pernyataan Tokyo Telemessage, mereka melayani 1,2 juta pengguna pager. Di tahun itu, menurut data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang yang dikutip situs SoraNews24, ada 10,61 juta pengguna pager dari berbagai operator.
 
Tidak disebutkan siapa 1.500 orang yang masih menggunakan pager saat ini di Jepang. Namun menurut laporan NHK, pager kebanyakan masih digunakan pekerja medis di rumah sakit karena benda itu tidak memancarkan gelombang elektromagnetik.
 
CNN memiliki spekulasi lain, mengatakan pager sulit ditinggalkan di Jepang karena kebanyakan warga negara itu adalah orang tua yang tidak mengerti teknologi. Sedangkan pager sangat mudah penggunaannya.
 
Sebanyak 20 persen warga Jepang saat ini berusia 65 tahun ke atas. Salah satunya adalah Menteri Keamanan Siber Jepang Yoshitaka Sakurada, 68, yang mengaku belum pernah memegang komputer.
 
Konon di Jepang, menurut CNN, mesin faks masih digunakan
 
 
Source asli: https://kumparan.com/kumparannews/perusahaan-pager-terakhir-di-jepang-akan-akhiri-layanan-1543911012341617322/full

Video Pilihan

Saksikan Live Concert artis Kawakan, Music Video lagu-lagu kenangan era 70an, 80an, 90an dan 00an.

This site uses cookies to offer you a better browsing experience. By browsing this website, you agree to our use of cookies.